AKU ADALAH KEBIASAAN

Aku adalah teman tetapmu. Aku adalah penolongmu yang terbesar atau bebanmu yang terberat. Aku akan mendorongmu maju atau menyeretmu menuju kegagalan. Aku sepenuhnya tunduk kepada perintahmu. Sebagian hal yang kau lakukan mungkin sebaiknya kamu serahkan saja kepadaku, maka aku akan dapat melakukannya dengan cepat dan tepat.

Aku mudah diatur, kamu tinggal tegas terhadapku. Tunjukkan kepadaku, bagaimana persisnya kamu ingin sesuatu itu dilaksanakan dan setelah beberapa kali belajar aku akan melakukannya dengan otomatis. Aku adalah hamba dari semua insan besar, dan sayangnya, juga hamba dari semua pecundang. Mereka yang besar, telah kujadikan besar. Mereka yang gagal, telah kujadikan pecundang.

Aku bukan mesin, walaupun aku bekerja dengan ketepatan seperti mesin ditambah inteljensi manusia. Kamu bisa menjalankan aku demi kebaikan atau demi kehancuran, tak ada bedanya bagiku.

Ambillah aku, latihlah aku, tegaslah terhadapku, maka aku akan meletakkan dunia di kakimu.  Kendorlah terhadapku, maka aku akan menghancurkanmu. Siapakah aku ?

Berikut ini beberapa kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan oleh mereka semua yang sukses dan memiliki kekayaan banyak. 

1. Bangun lebih awal
Tidur lebih awal bangunpun lebih awal. Why ? Rasulullah mengajarkan kepada kita jika setelah menunaikan shalat Isya’ tidak ada urasan penting yang harus dikerjakan, sebaiknya segera istirahat tidur. Dengan berangkat istirahat tidur lebih awal, maka peluang untuk bangun tidur di tengah malam mengerjakan shalat tahajud (shalat Lail) sangat besar.  Shalat lail merupakan kebiasaan para Nabi, Sahabat, Ulama, dan orang-orang hebat lainnya. Satu paket setelah shalat lail kemudian dilanjutkan tilawah Al-Quran, berdzikir, dan istighfar. Selanjutnya pergi shalat berjamaah subuh ke Masjid atau Mushala.
 
2. Shalat berjamaah di Masjid atau Mushala
Bermunajat untuk membuktikan iman dan takutnya kepada Allah serta kebutuhan yang sangat akan hidayah Allah dalam hidupnya ditunjukkan dengan ikhtiar yang sangat serius untuk dapat melaksanakan shalat fardlu berjamaah di Masjid atau Mushala. Disamping itu nilai derajatnya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan shalat sendirian di rumah.
 
3. Mengerjakan sunnah setelah yang fardlu
Pembuktian kesungguhan permohonan fii dunya hasanah wa fii akhirati hasanah ditunjukkan melalui seriusnya mengerjakan perintah wajib maupun sunnah. Mulai dari shalat tahajud/shalat lail, shalat rawatib, shalat dhuha, puasa dihari Senin dan Kamis, puasa ayamul baidh (3 hari di tengah bulan qomariah), dan lain-lainnya.
 
4. Membaca
Bacaan yang utama dan pertama sebelum yang lain adalah Al-Quran. Al-Quran adalah kalamullah sebagai petunjuk bagaimana mestinya menjalani hidup, sumber inspirasi, sumber energi, dan sumber solusi. Membaca Al-Quran secara kritis dan analisis akan menguatan visi hidup.
 
5. Berolahraga
Kebugaran tubuh biasa dijaga dengan menghabiskan sekitar 30 menit sehari untuk melakukan beberapa jenis olahraga. Sebagian besar waktu mereka melakukan orahraga meliputi berlari, berjalan, atau mengendarai sepeda sehingga tubuh dapat terpelihara dengan baik dan sehat.
 
6. Menabung untuk berinvestasi
Al-Quran mengajarkan kepada kita supaya tidak boros dan tidak pelit. Mereka yang sukses tahu bagaimana cara mereka harus menyimpan uang, entah itu menabung atau berinvestasi maupun berdonasi. Mereka selalu tahu berapa banyak uang yang mereka miliki dan melacak pengeluaran mereka. Mereka juga tahu berapa banyak yang mereka hasilkan, dan bisa membedakan mana kebutuhan mana keinginan.
 
7. Disiplin
Membuat perencanaan sukses, memulai pekerjaan dari tujuan akhir dan mendahulukan yang utama secara proaktif adalah awal dari perilaku disiplin. Karena hidupnya begitu terstruktur, tersistem dan terukur, dia tahu mana jenis kegiatan yang sia-sia yang mesti ditinggalkan.
 
8. Fokus
Dia sadar betul bahwa dia tidak akan dapat menjadi hebat luar biasa dalam semua bidang kehidupan. Oleh karena itu, dia pilih aktivitas yang hanya sesuai dengan passionnya, kemudian dia berlatih secara serius dalam bidang itu sampai 10.000 jam untuk dapat menjadi ahli.
 
9. Mendahulukan Kewajiban kepada Allah dan Rasul
Baginya Allah dan Rasul adalah segala-galanya. Why? Dia telah berikrar, dia telah berjanji, dan dia telah bersumpah melalui syahadatnya. Dia berusaha dengan sangat serius untuk membuktikan ikrarnya, janjinya, dan sumpahnya. 

Pada awalnya engkau membangun kebiasaan selanjutnya kebiasaan itu akan membangun karakter suksesmu. Insya Allah

 

Sumber:

Sean Covey, The 7 Habits of Highly Effective Teens, Bina Aksara, Jakarta 2001:13

 

 

URGENSI SOFT SKILL


  • Hasil penelitian Cahyadi Lie dan Darmasetiawan (2017) menunjukkan bahwa soft skill berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapan kerja menghadapi MEA dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,870, t-hitung sebesar 12,837 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,668 yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara soft skill (X) terhadap kesiapan kerja mahasiswa dalam menghadapi MEA. Sementara itu, nilai koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,446 atau 44,6% yang berarti bahwa variabel soft skill mampu memberikan kontribusi atas perubahan yang terjadi pada variabel kesiapan kerja menghadapi MEA (Y) sebesar 44,6%. Sedangkan sisanya sebesar 55,4% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini. Sebuah penelitian yang lain menjelaskan bahwa 80% faktor kesuksesan seseorang dipengaruhi oleh soft skill.
  • Kemampuan dalam soft skill ini meliputi kemampuan di bidang intrapersonal meliputi percaya diri, kesadaran emosi, kemampuan menilai diri, dan proaktif. Sedangkan kemampuan interpersonal meliputi mampu menerima keragaman, berjiwa pemimpin, berkomunikasi efektif, dan kemampuan membangun sinergi. Kemampuan-kemampuan ini porsinya kurang sekali diberikan, dipelajari, dan diasah oleh anak-anak kita di sekolah konvesional. Karena kebanyakan lembaga pendidikan saat ini lebih menekankan pada kemampuan hard skill yaitu berorientasi pada nilai mata pelajaran. Padahal di kehidupan sehari-hari diperlukan perpaduan antara soft skill dan hard skill. Bahkan tak jarang hard skill hanya dilirik ketika seleksi tahap awal saja pada saat melamar kerja, wawancara dan dunia kerja sangat membutuhkan kemampuan soft skill.
  • Tak sulit mencari berita tentang kekerasan yang dilakukan siswa kepada gurunya, anak yang berani menuntut orang tua nya sendiri karena kesalahan kecil, Banyak orang tua yang menghendaki anak yang memiliki rasa tanggung jawab, berkepribadian mandiri, berbudi pekerti baik serta memiliki sopan santun. Namun kenyataan anaknya tidak demikian, mereka masih harus diperintah untuk melaksanakan kewajibannya sendiri, tidak mandiri, belum peka dengan tanggung jawabnya. Terkadang sikap terhadap orang tua kurang sopan dan beradab. Padahal mereka secara usia biologisnya sudah dewasa namun usia psikologis, mental, sikap dan pola pikirnya masih seperti anak-anak.

  • Sebagian orang tua modern dalam rangka menyiapkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan terbaik, biasanya orang tua akan memilih sekolah atau pesantren yang memiliki berbagai fasilitas sehingga anak-anak mereka bisa fokus pada pelajaran. Sehingga banyak sekolah menyediakan fasilitas laundry, agar anak-anak tidak perlu repot mencuci, menyetrika yang lumayan melelahkan dan memerlukan waktu lama. Ada fasilitas makan dan asupan gizi yang telah disiapkan oleh ahlinya sehingga anak-anak cukup sedikit mengantri untuk makan. Ada juga sekolah yang melengkapi dengan jasa cleaning service untuk terjaganya kebersihan lingkungan sekolah. Padahal dulu, kita tentu mengenal sistem piket. Piket menyapu kelas, halaman, bahkan menghapus tulisan di papan tulis. Sebagai siswa pun akhirnya belajar dengan menggerakkan tangan langsung. Sementara masa kini, banyak sekolah justru berlomba-lomba dalam pengadaan fasilitas. Di sisi lain fasilitas lengkap yang salah penggunaan justru membuat anak tidak terbiasa untuk bekerja, bergerak, dan menggunakan ototnya. Dampak buruknya ialah kelak anak-anak yang dimanja dengan fasilitas akan kesulitan dalam kehidupan nyata ketika sudah harus hidup terpisah dengan orang tua. Anak jadi bergantung pada orang tua dan tidak bisa mandiri.
  • Untuk mencetak anak-anak yang memiliki karakter tanggung jawab, jujur, mandiri, sopan santun dan beradab tersebut diperlukan pola pendidikan yang tepat, yang tidak hanya berorientasi pada nilai mata pelajaran atau akademik semata. Melainkan Pendidikan yang berorientasi pada Pembentukan Kemampuan Soft Skill Interpersonal & Intrapersonal, Ketajaman Spiritual dan Kepekaan Emosional. Pesantren Wira Usaha Nurul Islam merupakan lembaga yang memadukan nilai konseptual, spiritual, dan amal dalam setiap aktivitas pendidikannya.